"Tuhan selalu membuat akhir cerita yang indah untuk setiap makhluknya, ini klise? Tidak! Karena aku sendiri telah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya lewat kehadiranmu dalam kacau balaunya kehidupanku" ***** Blam! Atha menutup pintu coklat itu dengan sedikit keras, membuat Gerald yang tadinya sedang menata makanan di atas meja menoleh ke sumber suara. Dia melihat Atha tengah bersandar di pintu dengan sedikit air mata yang masih mengalir. Atha memegangi dadanya lalu mencoba menenangkan dirinya sendiri. Kini anak - anak tengah bermain di halaman belakang. Tempat itu sudah di rubah oleh Gerald menjadi sebuah taman kecil. Tentu saja agar ketiga cucunya merasa nyaman saat menginap di sana. Dengan perlahan Gerald mendekat ke arah Atha. Menyadari keberadaan ayah mertuannya kedua mata

