"Sebelumnya aku tidak bisa mengerti, kenapa seseorang begitu terpuruk karena di tinggal pergi. Aku pikir dia sedang membuat sebuah drama. Namun kini aku begitu paham kenapa dia melakukan itu. Bahwa luka dari sebuah kehilangan seperti lubang hitam yang tidak memiliki ujung." ***** "Dominick tidak pernah sekalipun mengecewakanmu. Dia selalu menuruti apapun yang kau mau. Apapun. Tanpa terkecuali. Bahkan dia melepaskan mimpinya untuk menjadi seorang arsitek hanya karena kau tidak menyetujuinya. Dia merelakan masa kanak - kanak yang seharusnya dia gunakan untuk bermain. Tapi dia habiskan dengan belajar, belajar, dan belajar. Pernah kau melihat dan mendengar dia mengeluh? Tidak pernah bukan. Karena dia menghormatimu, dia melakukan semua itu agar kau merasa bangga atas dirinya." Rome masih b

