Chapter 18

1268 Kata

Rayhan bukan lagi anak muda yang akan belingsatan tidak jelas saat kepergok. Tentu saja usia tidak bisa berbohong, Rayhan bisa sesantai itu setelah suara Rayna melengking hampir memecahkan gendang telinga. Pria itu berdiri sambil merapikan pakaiannya yang agak berantakan. Sementara itu, Thalia masih meringkuk malu di atas kasurnya. Gadis itu bahkan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut miliknya. “Li,” panggil Rayhan. “Ayo turun.” Pria itu mengguncang tubuh Thalia pelan. “Gak mau, Mas. Malu!” teriak Thalia dari dalam selimutnya. “Bunda bercanda, Sayang. Ayo keluar.” Thalia menyembulkan sedikit kepalanya dari dalam selimut. “Mas bilang aja kalau Lia lagi demam,” katanya sambil menyentuhkan telapak tangannya di dahi. “Demam ya, hm?” tanya Rayhan. Pria itu menyeringai kemudian mendek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN