11: Tidak Suka Dia

969 Kata

Gauri melangkahkan kakinya memasuki sebuah restoran yang dulu pernah ia datangi bersama Juna saat mereka masih berpacaran, dan restoran itu milik ayahnya Juna. Bahkan dulu juga Juna sempat berkata kalau restoran itu adalah restoran pertama yang dibuka oleh ayahnya sebelum mereka membuka cabang restoran di beberapa tempat lainnya. Tepat saat Gauri berhenti tak jauh dari pintu masuk untuk mengedarkan pandangan, Juna sudah berjalan menghampirinya dengan senyum manis di bibirnya. Gauri lantas mendengkus samar. "Ini nih, dikasih hati minta jantung. Harusnya lo yang nyamperin gue, bukannya gue yang nyamperin lo ke sini." Gauri mengomel saat Juna sudah ada di hadapannya. Kalau dipikir-pikir, kenapa ia kemarin malah mengiyakan saja usulan Juna dengan begitu mudahnya? Sekarang, Gauri merutuki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN