Pagi itu, sinar matahari menerobos lembut melalui jendela, membuat suasana rumah terasa hangat. Saat mereka hendak berangkat ke hutan kecil di belakang rumah, Risma tiba-tiba memegangi pergelangan kakinya sambil mengerang kecil. “Aduh… sepertinya kaki Ibu agak sakit. Ibu tidak bisa ikut, Byan,” ujar Risma dramatis, meski tetap tersenyum. Byantara menatap ibunya sekilas, tatapan yang jelas mengatakan kalau Ibunya ini pasti bohong. Namun ia tidak menanggapi dan memilih diam. “Baiklah, Bu. Kami saja yang pergi,” katanya akhirnya. Risma tersenyum puas sambil melambaikan tangan. “Hati-hati ya… dan Byan, jaga Meylin baik-baik.” “Tapi Ibu sedang sakit. Sebaiknya tidak usah pergi saja, lain kali saja,” ujar Meylin dengan nada khawatir. “Tidak apa-apa, Mey. Bukan sakit kok, hanya penyakit tu

