100. Dorongan di Pagi Hari

1045 Kata

“Sungguh hebat sekali perempuan itu, bisa membuatmu dengan mudah melupakanku,” gerutu Dewi penuh amarah dari seberang sana. Byantara baru saja hendak menanggapi, ketika tiba-tiba suara lembut terdengar dari belakangnya, membuat tubuhnya menegang seketika. “Kukira mas ke mana?” ucap Meylin pelan. Byantara berbalik. Meylin berdiri di ambang pintu teras, mengenakan piyama sederhana, wajahnya terlihat mengantuk. “Sudah malam begini, menelpon siapa? Apa tidak mengganggu yang ditelpon?” lanjut Meylin polos. Byantara segera menyembunyikan keterkejutannya. Wajahnya kembali tenang, seolah tidak ada apa-apa. “Tidak, sayang. Aku cuma membicarakan urusan pekerjaan untuk pertemuan besok, aku tadi lupa menyampaikan hal itu,” jawabnya lembut. Ia lalu menoleh sebentar ke layar ponsel sebelum berkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN