Hari yang dinanti semakin dekat. Besok, Meylin dan Byantara akan berangkat berbulan madu, perjalanan yang terasa seperti awal baru bagi keduanya. Sore itu, sebelum berangkat ke mansion ibu Byantara untuk bermalam agar esok tidak terburu-buru menuju bandara, Meylin sempat bertemu Ina, istri kepala tukang yang mengerjakan beberapa pekerjaan di rumah Byantara. Karena sering berpapasan dan berbincang ringan, hubungan mereka pun menjadi cukup akrab. Rumah Ina yang memang tidak jauh dari sana membuat Meylin merasa tidak terlalu sendirian tinggal di lingkungan baru itu. Melihat Meylin yang tampak rapi dan bersiap pergi, Ina langsung tersenyum lebar. “Wah, Mbak Mey sudah mau berangkat bulan madu, ya?” godanya ceria. “Pantes saja wajahnya kelihatan makin berseri.” Meylin tersipu, menahan seny

