Setelah masalah dengan Shenina waktu itu, Arga dan Alina malah jadi makin lengket. Masalah dan pertengkaran justru malah membuat keduanya makin tak terpisahkan. Sudah persis seperti perangko dan surat. Ke mana-mana selalu berdua. Si kembar Revan dan Devan sampai jadi bingung sendiri dibuatnya. Bingung, soalnya baru kali ini Arga benar-benar lengket sama pacarnya. Dari yang sudah-sudah, mana pernah Arga selengket ini sama kekasihnya. Arga kan tak pernah cinta sama mantan-mantannya yang kalo digabung bisa untuk membuat dua klub sepak bola itu. “Alina, sini deh. Mau ngomong bentar,” kata Devan. Ngomongnya bisik-bisik. Maklum, lagi di perpustakaan soalnya. “Kenapa, Dev?” “Lo udah balikan sama Arga?” “Udah .. Kenapa emangnya?” Devan menyeringai, “Nggak apa-apa. Iseng aja, pengen nanya.”

