Angel meremas kedua tangan kuat, kentara sekali kalau dia sedang gugup. Ken sedang membacakan ijab di luar sana. Angel berharap Ken mampu mengucapkannya, tanpa salah sedikitpun. Beberapa kali Angel meniup-niup tangannya yang saling bertautan. Memohon dalam hati agar pernikahannya dilancarkan. Sungguh dia tidak paham apa yang diucapkan pria Perancis berkumis yang sedang menjabat tangan Ken itu. Dia tidak bisa berbahasa Perancis. Usul Ken mengucap ijab dalam bahasa Perancis. Seharusnya dia menolak, tapi apalah daya, bukan dia yang mengucapakan lafadz itu melainkan Ken yang memang fasih berbahasa negeri kelahirannya. "Don't nervous, just relax." Shween berbisik lirih ditelinga Angel. Menimbulkan delikan kesal dari si empunya telinga. "What? I told you the truth." Shween membelalakkan mata
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


