The Days Before

1785 Kata

Pipi chubby itu menggembung, membuatnya terlihat lebih gembil dua kali lipat. Menghembuskan napas kesal, Angel mendudukkan bokongnya hati-hati di sofa. Kehamilannya yang memasuki minggu kedua belas membuatnya makin malas. Angel meniup-niup poni ratanya bosan. Dia ingin bertemu Ken. Tapi pemuda itu sudah lebih dulu terbang ke Paris dua hari yang lalu. Pernikahan mereka memang akan dilangsungkan di negara kelahiran Ken. Bukan tanpa alasan, tapi pernikahan beda keyakinan lebih mudah di luar negeri. Dan dipilihlah Paris sebagai tempat sakral janji suci mereka. Angel padahal ingin pergi berbarengan dengan Ken, tapi dilarang Nana. Pun begitu juga dengan Oma dan opa Nugroho. Para orangtua masih memegang adat ketimuran, dimana calon pengantin dilarang bertemu. Bahkan rengekan dan air mata Angel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN