Ken menenggak habis red wine yang tersisa seperempat gelas. Mata birunya tajam mengawasi Angel yang sudah berganti gaun yang lebih tertutup dari tadi siang. Bukan mengawasi Angel. Tepatnya mengawasi beberapa pria yang menatap gadisnya liar. Kehadiran Angel memang terlihat mencolok. Dari semua tamu undangan yang hadir, gadis blasteran Denmark-Indonesia itu kelihatan lebih menonjol. Parasnya yang kebaratan tampak kontras dari tamu yang hadir yang rata-rata berwajah oriental, selain keluarga Papi tentunya. Tapi tetap saja Angel terlihat mencolok. Apalagi dengan gaun berwarna gading yang melekat sempurna ditubuhnya. Membuat Ken harus menahan diri mati-matian agar tidak menerkam Angel saat ini juga. Ken membuang muka saat Angel berjalan menuju ke arahnya. "Ken kok disini aja?" Tegur Angel

