"Why didn't you tell us that you remember everything?" Suara Damian meninggi. "I..." Ken menatap Angel yang juga menatapnya sebelum menjawab. "I just wanna know how deep Angel loves me." Damian mendengus, membuang muka kemudian menengadah sambil mengusap wajahnya kasar mendengar jawaban putra bungsunya. Sebuah alasan yang lumayan masuk akal, pikir Damian kesal. Pria itu kembali menatap putra bungsunya yang tertunduk. Ken pasti merasa sangat bersalah. Dia tahu betul tabiat putra-putranya. Mereka akan pasrah dan tak akan melawan walau mungkin dibunuh sekalipun, kalau mereka memang benar-benar bersalah. Dan akan menerima hukuman apapun yang akan dijatuhkan pada mereka dengan ikhlas dan lapang d**a. Alasan yang masuk akal tapi tetap menyebalkan. Seharusnya Ken mengatakan padanya atau pada

