“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu” ―Sapardi Djoko Damono . Pada akhirnya Juan harus membuat Dona untuk membenci dirinya. Meski ini keputusannya sendiri, tetapi mengalaminya langsung dan merasakan betapa menyakitkannya mendengar ucapan pedih itu langsung dari bibir Dona, semuanya terasa seperti ribuan jarum yang dipanahkan ke dalam jantungnya tanpa ragu-ragu dan merobek organ vitalnya itu. “Maafkan aku…,” Juan bergumam lirih. Dia juga menangis. Juan harap ini adalah terakhir kalinya dia menangis sebagai seorang pria. “Dan aku mencintaimu.” Gumamnya lagi. Sedangkan Dona masih terisak di ambang pintu apartemen kemudian kini jatuh terduduk di sana dengan pilu. Hatinya hancur dan sakit saat ini. Dirinya bahkan belum bisa menceritakan akhir

