Bab 26

1179 Kata

Acara dilanjutkan dengan sungkeman dan ritual-ritual lainnya. Setelah itu mereka semua menuju gedung dimana resepsi pernikahan dilangsungkan. “Kayak mimpi,” ucap Maya dengan suara yang bergetar. Sisa-sisa tangisnya masih ada. Ia memandang aula hotel yang sudah diatur untuk resepsi pernikahannya kali ini. Reno menggenggam jemari Maya.”Ini tidak mimpi. Kita sudah menikah. Aku adalah suamimu, Maya.” Maya mengangguk.”Terima kasih banyak, Om.” Reno terkekeh.”Kenapa harus terima kasih...kita saling membutuhkan, bukan? Jadi, jalani semuanya. Kita hadapi apa pun masalah yang akan datang bersama-sama. Jangan menyembunyikan sesuatu, karena seberat apa pun, semuanya bisa dibicarakan.” “Iya, Om.” Tiba-tiba terdengar suara perut Maya berbunyi. “Lapar?” Maya mengangguk.”Iya, Om, tadi di rumah pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN