Bab 28

1194 Kata

“Malu, ah!” maya menggeleng kuat. “Enggak boleh melawan suami!” Maya mendecak sebal, ia menurut saja apa perkataan Reno. Ia memakai salah satu gaun malam yang tersedia di dalam tas. “Sini!” Reno memanggil Maya. Maya duduk di sebelah Reno, tetapi lelaki itu malah mengangkat Maya ke pangkuannya. ”Mas...kok dipangku sih?” “Biar enak bisa pegang-pegang.” Kini tangan Reno mengusap-usap d**a Maya. “Geli, Om!” “Apa?” Reno menatap Maya dengan tajam. “Geli, Mas!” “Kalau salah lagi, Mas bakalan enggak izinin kamu tidur malam ini,” ancam Reno. “Memangnya ngapain kalau Maya enggak tidur, Mas?” “Ya ...Mas tidurin.” “Ish, mesumnya!” Reno mengecup pipi Maya.”Kenapa? Enak loh. Mas aja pengen lagi.” “Sakit tahu, jangan dulu,” protes Maya. “Habis ini enggak sakit, tenang aja.” “Mas, Maya mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN