Penyakit kekurangan sel darah merah yang diderita oleh Ahtissa membuat gadis cantik itu harus menjalani transfusi darah. Kini ia akan mendapatkan tranfusi darah darah dari sang ayah. Untuk membalas rasa bersalah Gion, pria itu pun mendonorkan darahnya untuk Ahtissa yang lemas dan pucat di atas ranjang rumah sakit. Sedangkan Adrian yang merasa terpukul denban segala kenyataan pahit ini hanya bisa memberi dukungan adiknya itu agar bisa bersemangat untuk sembuh. “Tissa, kau harus kuat. Kau harus sembuh. Maafkan aku yang tak berguna ini untukmu,” celetuk Adrian yang tak bisa mendonorkan darahnya pada Ahtissa. Ahtissa yang lemas, membalas pertanyaan Adrian sebelum tranfusi darah berlangsung. “Mas Adrian, jangan bilang begitu, Mas. Selama ini jika bukan karena pertolongan Mas aku takkan b

