"Pantas saja, tadi diajak ke penghulu jawabnya mantap. Ternyata hatinya sedang tidak baik-baik saja," ucap Devan dalam hati. Haruskah aku berjuang mendapatkanmu atau lebih baik mundur menunggu hatimu tertata dulu. "Ra, ayo kita menikah!" "Apa?" Gelak tawa keluar dari mulut Sarah sampai perutnya sakit. Devan terlihat kesal dan malu seakan lamarannya ditolak. "Sudahlah anggap aja saya tidak mengatakannya." Sarah memasang muka serius saat melihat Devan terlihat kesal padanya. "Maaf. Habisnya Pak Devan lucu deh, nggak romantis banget. Masak iya melamar sambil nyetir mobil. Melamar pakai bunga mawar yang indah gitu kek." Giliran Devan yang terbahak, sementara Sarah mencebik kesal. "Saya belum pernah melamar seorang wanita, Ra. Dekat pertama kali juga sama kamu." "Ishh, nggombal. Mana mun

