Bab 22 Siasat Licik

1142 Kata

"Aku tak percaya, kamu pasti pura-pura, Dev. Buktikan kalau dia benar tunanganmu. Apa kamu bisa menciumnya di depanku!" "Tentu saja." Sarah menggelengkan kepala dengan mata masih melototi bosnya. Devan mendekati Sarah dan melakukannya tanpa aba-aba membuat tubuh Sarah menegang. "Aargh, mmph..." "Devan, br*ngs*k!" umpat Sinta. Terdengar bunyi gebrakan pintu ditutup dari luar. Sinta sudah berlalu dengan wajah merah padam. Bug, "Aargh. Sakit, Ra," teriak Devan. Sarah sudah memberikan tangkisannya pada Devan. Dengan sekali tonjok saja Devan sudah terjungkal di sofa. Bisa-bisanya Devan membuat murka pemilik sabuk hitam itu. Kalau saja Sarah tidak ingat Devan bosnya, sudah babak belur dia dihajarnya. "Siapa suruh melakukan hal g*la itu?" Sarah mencebik kesal sembari mengelus dadanya. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN