Baru kali ini Bisma merasa hidupnya benar-benar kehilangan arah. Padahal, selama ini Bisma selalu tahu dan selalu bisa menentukan kemana arah yang akan dia ambil dalam pilihan hidupnya. Termasuk jika dirinya sedang terlibat masalah sekali pun. Akan tetapi, masalah yang sedang menerpanya sekarang sudah membuat Bisma merasa berada di jalan buntu. Tidak ada jalan untuknya lagi, baik itu ke kiri, ke kanan, ke depan, maupun ke belakang. Sebab jalan apapun yang Bisma pilih tidak akan membuat keadaan jadi lebih baik. Apa yang terjadi sekarang sungguh menjadi titik balik yang menghancurkan kehidupan Bisma. Membuat segalanya hancur dan kini ia jadi terancam, atau mungkin sudah kehilangan segalanya. Bisma rasanya mau marah. Tapi pada siapa dia harus marah? Semua yang terjadi adalah dampak dari pe

