Pagi yang cukup cerah kembali menyapa kota Sandiego hari ini. Suara kicau burung, disertai gemerisik dedaunan yang saling beradu karena angin, seakan mengiringi sang piringan baskara keluar dari peraduannya. Menghantar tetes embun yang perlahan mulai menghilang, membersamai hingga akhir yang nyata. “Tuan, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Fumo, sembari duduk merenung di samping ranjang kasur bertingkat, yang mana Esdras sedang berbaring, dan baru saja terbangun dari tidurnya. “Ini masih pagi. Matahari saja baru menampakkan diri. Aku tidak ingin memulai hari yang cerah dengan beban pikiran yang kau berikan, Fumo!” sahut Esdras, dengan suaranya yang begitu serak dan berat. Masih dalam posisi yang sama, duduk membelakangi Esdras, Fumo menyahuti, seakan tidak peduli dengan apa yang dika

