Ismi pagi ini yang tidak melihat Sabrina menjadi heran. Biasanya, rekannya itu sudah membuka pintu kamar setelah menyapu kamarnya dan mengajaknya membeli sarapan. Namun, pagi ini kamar Sabrina masih tertutup rapat. “Apa Sabrina pulang ke rumah orang tuanya, ya?” gumam Ismi kepada dirinya sendiri. “Kucoba ketuk pintu saja dululah. Kalau dia pulang ke rumah orang tuanya pasti dia akan memberikan kabar kemarin.” Ismi bergegas berjalan ke kamar Sabrina dan mengetuk pintunya. Sudah tiga kali dia mengetuk pintu dan memanggil nama Sabrina, namun yang dipanggil belum juga menampakkan batang hidungnya. Saat akan beranjak kembali ke kamarnya, suara pintu kamar Sabrina berderit. Pintu bergerak ke arah dalam kamar. Ismi segera menengok ke arah kamar Sabrina. Dan betapa terkejutnya Ismi saat meli

