Siang ini setelah selesai mengajar di sekolah, Sabrina segera membersihkan kamar kos barunya. Tadi pagi sebelum datang ke sekolah, ayahnya sudah mengantarkannya untuk meletakkan koper. Selain itu, ayahnya juga menitipkan Sabrina kepada ibu kos. Melepas anak perempuannya untuk tinggal di kos yang selama ini sudah terbiasa hidup dengannya tentu saja berat, tidak mudah. Maka Atma tadi tidak lupa untuk meminta nomor telepon ibu kos untuk membagi informasi jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan putrinya. Tetapi Atma berharap putrinya baik-baik saja dan nyaman tinggal di kos. “Perlu dibantuinkah, Sab?” tanya Ismi sambil melongok dari luar pintu kamar Sabrina yang sengaja dia buka. “Ini sudah bersih kok kamarnya, Is. Ibu kos sepertinya selalu rajin menjaga kebersihan kamar sehingga tadi ak

