Felix menatap rumah orang tuanya dengan pandangan kosong karena pikirannya yang melayang-layang. Hela nafas kasar berulang kali terdengar karena ia memikirkan apa yang akan terjadi begitu ia masuk dan mengutarakan keinginannya kepada mereka. Tadinya ia berangkat dari rumah Hugo dengan mempersiapkan mental dan keyakinan karena ia sudah memikirkan keputusannya ini berkali-kali. Sebanyak apapun ia berpikir, kali ini ia sudah sepenuhnya yakin untuk bertanggung jawab pada Radita, tapi entah kenapa semua rasa yakin itu runtuh begitu ia menatap rumah orang tuanya dan membayangkan Papanya akan melayangkan tamparan dan tinju ke wajahnya. "Eh Mas Felix pulang." suara ART menyapa Felix ketika membuka pintu. "Eh iya Bu." Feli hanya tersenyum canggung. "Mau ke mana Bu?" "Ke supermarket buat beli

