Felix beberapa kali melirik ke sisi kirinya untuk melihat Radita yang menatap jalanan lewat kaca mobil yang ia buka dan membuat angin berhembus ke wajahnya. Ia bingung sendiri harus membawa wanita itu ke mana, sementara Radita sedari tadi hanya bungkam, sementara ia tak tahu penginapan seperti apa yang dicari oleh wanita itu. Ia sudah melewati beberapa penginapan, apartemen, hotel bahkan kostan, sayangnya wanita itu seperti tak berniat menghentikannya melaju. Pada akhirnya Felix mengambil keputusan sendiri untuk memberhentikan mobilnya di sebuah hotel. “Udah sampe.” Ujarnya pada Radita dan wanita itu menoleh dengan terkejut seolah baru sadar dari lamunan panjangnya. Sejak tadi pandangannya memang kosong dan pikirannya melayang-layang entah ke mana. “Thanks.” Ujarnya sambil keluar dari

