Suasana kamar VIP rumah sakit itu mendadak sunyi senyap selepas kepergian Oma Sekar. Kehangatan yang dibawa wanita tua itu seolah menguap. Nara, yang sedari tadi bersandar di bantal yang ditumpuk, merasa dadanya sesak. Meskipun ia berusaha terlihat tenang di depan Oma Sekar, sebenarnya Nara yang tidak mengetahui kondisi janin yang dikandungnya sempat panik luar biasa. Sesekali ingatannya kembali pada kejadian tadi malam. Sebenarnya Nara sudah panik sejak pertama kali sadar dari pingsannya, namun dirinya berusaha menutupi hal itu karena tak enak hati dengan Oma Sekar. Ketakutannya memuncak saat ia menyadari bahwa ia tidak lagi merasakan pergerakan—walaupun ia tahu janinnya masih sangat kecil. Kini tinggal Nara dan Rayyan yang ada di ruangan itu. "Anakkuu...??" Lirihnya, suaranya pecah, ha

