36.

1496 Kata

Entah luka apa saja yang Naya alami sampai-sampai operasi yang ia jalani menghabiskan waktu 8 jam lamanya. Malam pun semakin larut namun Dokter belum juga keluar dan memberikan kabar. Kini bukan hanya Erza, Abran dan Maya yang berada di sana, Vena pun ikut menemani putra sematawayangnya yang terlihat sangat pucat karena mengkhawatirkan keadaan gadis manjanya. Hingga beberapa saat kemudian... Tiiiirrrtt....tiirrrrrtt.... Alarm tanda darurat serat lampu berwarna merah tepat di atas pintu ruang operasi berbunyi nyaring memekakkan telinga mereka semua. Erza yang sedari tadi merapalkan doa, langsung berdiri dari duduknya. "No... Enggak, ini--" "Erza tenang sayang, Dokter belum ngasih penjelasan apapun..." Ucap Vena berusaha untuk menenangkan Erza yang mulai hilang kendali. Erza melepask

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN