25.

1881 Kata

Sudah 10 hari lamanya keseharian Erza tanpa Naya. Tanpa rengekannya. Tanpa marahnya. Tanpa wajah cemberutnya. Tanpa tawanya. Bahkan ponsel Erza pun tak lagi di penuhi oleh pesan-pesan dari Naya, pesan manis bahkan pesan menggelikan pun tak lagi ada, satu pun tidak ada. Dan itu membuat Erza merindukannya, bahkan ia semakin yakin bahwa hatinya memang sudah di pasangkan hanya untuk Naya. Bagaimana tidak, sejak hari itu Erza selalu memperhatikan Naya secara diam-diam dan kejauhan hanya untuk mengobati rasa rindunya. Seperti saat ini, malam ini Erza benar-benar tidak bisa tidur. Sampai akhirnya ia memutuskan menelphone Ayah Naya hanya untuk menanyakan apakah Naya sudah tidur atau belum. "Naya sudah tidur Za, ada apa? Nanti biar Om sampaikan," Hatinya mencelos sedih, ternyata hanya dirinya ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN