Kepulangan Bram

1124 Kata

Dewi menjemput Bram siang ini dengan bantuan Lisa. Suaminya sudah lebih baik. Kondisinya semakin meningkat setiap harinya. Dewi bersyukur setidaknya Bram bisa pulih secepat ini. Dengan begini, rasa bersalah yang Dewi rasakan tidak sebesar sebelumnya. "Mas, mau langsung istirahat di kamar?" tawar Dewi ketika mereka telah tiba di rumah. Dewi sudah membersihkan rumah pagi ini dengan hati-hati. Gerakannya masih sedikit canggung. Keguguran yang ia alami masih memberikan bekas nyeri jika digunakan untuk beraktifitas berat. Terkadang, entah ini perasaan Dewi saja atau memang benar terjadi, seolah-olah Dewi merasa perutnya lebih kosong dari pada sebelumnya. Ada ruang yang terasa hampa. Ketika Dewi membelai bagian perutnya, perih di hatinya terasa berkali-kali lipat. Mungkin, inilah yang nama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN