Permohonan Dewi

1404 Kata

Tadinya Dewi pikir dia bisa menghadapi Kellan dengan mudah. Tetapi yang ada, melihat keberadaan Kellan saja sudah membuat Dewi merasa terkena demam. Dia hanya bisa berdiri mematung di tengah-tengah gerbang, menatap Kellan yang turun dan berjalan angkuh menuju Dewi. Waktu seolah berhenti untuk berputar. Menjebak Dewi dalam moment paling canggung yang ia miliki. Gerakan-gerakan terasa seperti diperlambat. Memberikan efek yang lebih dramatis. Dewi menatap lelaki yang kini terasa lebih jangkung beberapa centi meter dari ingatan terakhirnya. Lelaki yang masih mengenakan setelah formal berwarna hitam dengan dasi merah maroon. Lelaki yang kini mengunci tatapannya dan tak membiarkan Dewi berpaling sedikit pun. Bibir terasa kelu. Panca idera terasa rancu. Angin yang berdesir di antara mereka l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN