Dani memegang pundak Tari dengan kedua tangannya. "Ehm ...!" Mendengar bunyi deheman, buru-buru Dani menarik tangannya dari pundak Tari. Dani menoleh ke arah sumber suara, sedang Tari memilih membuang muka. "Eh! Kamu, Jok. Tumben pagi banget nyampe pabrik?" Ternyata Joko berdiri tidak jauh dari mereka. "Kalau pacaran jangan di sini, Bos. Bikin panas aja." Setelah mengatakannya, Joko berlalu begitu saja dari hadapan mereka. "Nanti pulang kerja aja ngomongnya di tempat biasa." Dani segera berlalu meninggalkan Tari dan menyusul Joko. "Tapi ...." Tari mengurungkan niatnya untuk memanggil Dani, mengingat sudah banyak karyawan yang datang. Dengan sebal, akhirnya Tari juga memasuki ruangan tempatnya bekerja. Air mata Tari tak dapat lagi dibendungnya. Saat bekerja pun cairan dingin itu sed

