Dani dan Tari kembali merajut kasih. Sudah kepalang tanggung bagi Dani. Tari tentu saja merasa bahagia. Kesempatannya mendapatkan Dani tinggal selangkah lagi. "Mas ...." Keduanya kini tak malu-malu lagi menampakkan kemesraan. Seperti saat ini di kantin. Dengan suara manja, Tari memanggil kekasihnya itu. "Apa?" Mereka berdua duduk berhadapan, menyendiri di pojok kantin. Bagi yang mengenal Dani, tentu saja menjadi sebuah pertanyaan. Apa hubungan keduanya, sedang Dani sudah beristri? Baik Dani maupun Tari sudah tidak peduli jika digunjingkan. Benar-benar urat malunya sudah putus. "Aku pengen, deh. Makan mangga muda." Betapa wanita itu pintar sekali membuat suara yang menggoda. Dani yang pintu hatinya kembali tertutup oleh dosa, tentu saja gemas mendengarnya. Pria itu mencubit hidung T

