“Makanlah!” Valen melempar pelan makanan ke arah Krisan. Sikap pria itu kembali berubah, sudah seperti bunglon. Krisan hanya menatap makanan itu dengan wajah lemas. Dia memang sudah tidak berselera makan sekalipun perutnya terasa sangat lapar. Bahkan, rasa sakit pasca melahirkan masih belum pulih sepenuhnya tapi dia sudah harus mengalami kemalangan seperti ini. “Jangan berulah! Kalau kamu sampai mati, saya akan mengubur jasadnya agar orang-orang yang mengenalmu tidak bisa menemukan kamu sampai kapanpun.” “Lakukan.” Ucap Krisan pelan. “Lakukan sesuka hatimu!!! Aku sama sekali tidak peduli biar aku mati dan jasadku diperlakukan buruk sekalipun olehmu. AKU TIDAK PEDULI!!!” PLAKKK!!! Vlaen reflek langsung menampar kencang wajah Krisan dengan kekuatan pria yang sedang marah, hingga

