“Kalula!!” Seorang pria memanggil nama wanita paruh baya itu dengan suara lantang. Raga dan Alde langsung menoleh cepat ke arah pria tersebut. Betapa terkejutnya Raga saat mengetahui kalau orang yang memanggilnya adalah Valen. “Pak Valen?” Valen segera berjalan menghampiri mereka, tepatnya menghampiri Kalula yang sudah mabuk berat. Tangannya langsung meraih wajah Kalula dengan kasar dan sedikit menekannya sampai membuat Kalula merasa kesakitan. “Pak Valen mau apakan wanita ini?” Raga segera bertindak, ketika Valen melakukan tindakan kasar pada Kalula. “Dasar wanita boncos!” Makinya. “Dari dulu kerjaanmu tidak juga berubah. Sukanya mengganggu hidup orang!” Pekiknya, lalu melepaskan kasar wajah Kalula dari tangannya. Hampir saja wajah Kalula terbentur meja bar kalau Raga tidak be

