“Krisan!! Krisan!!” Suara itu??? Valen langsung panik begitu mendengar suara yang tidak asing untuknya itu. Dia bergegas keluar untuk melihat orang yang datang dan tebakannya tepat kalau yang datang dan berhasil menemukan persembunyiannya adalah--- Valen langsung buru-buru mengunci seluruh pintu ruangan termasuk seluruh jendela. Dia juga mengganjal pintu dengan meja dan kursi agar pria itu tidak bisa mendobrak pintu tersebut. Lalu, Krisan mengomentari yang dilakukan oleh Valen. “Pak, apa anda sebodoh itu sampai susah melakukan itu?” Krisan sedikit melebarkan senyuman sarkas di depan Valen. “Apa maksud nona?” Valen bertanya balik sambil berusaha terus untuk mendorong meja yang sangat berat. “Yang anda lakukan hanya akan sia-sia saja. Selama kita masih terkurung di dalam sini, maka

