TCM-20

1367 Kata

Pergilah. Pergilah sejauh yang kamu mau. Aku tidak akan mengejar lagi, meski hatiku merengek menginginkannya. Magani lelah. Sudah jam lima subuh, tapi dia tidak juga tertidur. Benaknya penat, terlalu banyak hal rumit yang terjadi dan dia tidak tahu harus mengurai dari mana. Satu persatu momen yang hilang telah tersusun berkat petunjuk Cakra. Alih-alih mempunyai keberanian menyelesaikan, Magani justru larut dalam penyesalan. Kemudian tanpa arah dia keluar dari gedung musik, dan berakhir di sini—di depan pintu rumahnya dan Renier. Magani menoleh ke belakang, mobil Renier terparkir di sana, artinya suaminya itu ada di rumah. Magani menghela napas kasar. Dia kembali berkaca-kaca, fokusnya hilang dalam kenangan buruk dan keinginan yang tidak bisa dia miliki. Magani mengerjap untuk kembali fo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN