"Kenapa kamu terus menerus berteriak?" Tanya Jaya padanya. "Apakah kamu benar-benar tidak mau melepaskanku?" Tanyanya lagi masih berpegangan pada kedua lengannya. Lusiana menatap wajah pria itu dalam-dalam, seakan menggali perbendaharaan dalam hatinya. "Aku sangat mencintaimu Lusiana." Ujarnya lagi tanpa bisa dibantah. Lusiana melihat ketulusan dari sinar matanya, ketulusan yang hanya diberikan pria itu untuknya. "Ah, aku harus pergi bekerja!" Tandas Lusiana tiba-tiba. Wanita itu melepaskan tangan Sujaya dari pinggangnya, lalu melangkah mengambil gaun untuk dikenakan olehnya. "Kamu ingin menemui pria itu lagi?!" Geramnya pada Lusi, Jaya tahu Lusiana telah jatuh cinta pada pria muda itu. "Dia bahkan tidak bisa melindungimu Lus! Apa yang kamu harapkan dari pria macam itu? Kamu ti

