Laverna akhirnya tinggal di rumah, Bram berangkat dengan mukanya yang masam. Entahlah anaknya semakin membuatnya sebal, padahal Laverna tidak pernah membantah apa yang dia katakan tapi kini? bahkan dengan rengekan Chiko saja dia sudah menepati apa yang diinginkan oleh anaknya. "Lama-lama jadi setan kecil Chiko itu, Astaga walaupun macam setan tapi dia dari benihku" monolog Bram yang sudah masuk kedalam mobilnya. Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak sedang terburu-buru karena memang tidak ada keperluan yang mendesak pagi ini. Dia hanya ingin santai karena sudah lama dia tidak menikmati jalanan pagi hari di kawasan rumah orang tuanya ini. "Papa mukanya Masam" ucap Chiko cekikikan. "Jangan gitu lagi sayang, nanti kasihan papa kalau ngambek" ujar Laverna. "Mama ma

