Kenzo menuntun Skyla, mereka berjalan kesana kemari agar pembukaannya segera lengkap. Setelah di bujuk oleh Kenzo dirinya tetap ingin melahirkan secara normal, dia yakin dia mampu walau ada rasa takut pada hatinya. "Minum Mas" pinta Skyla. "Bentar sayang, kamu disini dulu" ujar Kenzo. Rasanya nyeri dan kontraksi semakin sering terjadi, Mama Rachela pulang pukul delapan malam dan setelah itu hanya ada mereka berdua di sini. "Mas, aku boleh maem buah lagi nggak?" tanya Skyla. "Boleh, mau di kupas yang mana buahnya sayang?" tanya Kenzo. Kenzo kasihan melihat Skyla, dia tidak sanggup melihat istrinya kesakitan seperti ini, dia hanya bisa berdoa agar istrinya segera di permudah proses lahirannya dan mereka bisa segera pulang dan berkumpul bersama. "Buah pir sayang" ucap Skyla. "

