Part 15

798 Kata
    Giliran Naka dan bandnya naik panggung, para siswi SMA yang bersiap di depan panggung langsung teriak histeris, Naka ga nyangka, segitu histerisnya para siswi SMA itu. Mereka teriak memanggil nama-nama mereka, yah kecuali nama Naka.     "Kaaa Tonyyyy, waaaa makin ganteng!" teriak salah satu siswi yang berdiri depan panggung sambil memegang kipas.     "Kaaaa Tiaann!" hmmm ternyata ada juga yg nge-fans sama Tian dan langsung dibalas senyuman olehnya. "Waaakkk, dia senyum ke gue, dia senyum ke gue waaaa!" seru histeris si siswi SMA tersebut.     Tian langsung melemparkan pandangannya ke arah Naka, takut mood Naka berubah, namun Tian salah, Naka terlihan datar saja.     "Halllo guys, siapa yang disini yg sudah ga sabar nonton kakak-kakak ini?" tanya si MC, pria gemulai dengan suara yg aga menusuk kuping. Yah tentu saja pertanyaan sang MC dijawab teriakan histeris dan pikir Naka cuma siswi SMA ajah yang histeris, para ibu-ibu dan wanita alumni pun akhirnya ikut histeris di depan panggung.     "Meh, apa ini, kenapa semua jadi maju!" celoteh Naka pelan tapi didengar oleh Tian, dia pun tersenyum. Ya setiap manggung, Tian selalu meminta diposisikan di dekat Naka, agar tidak terlalu jauh dari Naka dan dapat memberikan aba-aba ke Naka.     Setelah sang MC mempersilahkan mereka perform, suara histeris para wanita pun masih terdengar walau sayup-sayup. Naka sudah tidak terlalu perduli, yg penting dia memainkan drumnya sesuai dengan nadanya.      Di bangku penonton, Bari kembali ke kursi tepat sebelah Andrei. "Ni sapa dah?" Tanya Bari keheranan.     "Oh, ini band indie beraliran rock yg lagi diganduri sama anak SMA, loe ga tau? ckckck" sergah Andrei sambil menggelengkan kepalanya.     "Gue g suka aliran rock!" tepis Bari.     "Oh ya, loe liat drummernya dulu sana! kalau udah liat, ke gue lagi kasih tau ke gw apa loe masih ga suka!" tantang Andrei. Andrei tau Naka drummer dari band tersebut maka dari itu sengaja menantang Bari untuk maju dan memperhatikan semua personil yang ada di panggung.      Betapa terkejutnya Bari melihat Naka menabuh drumnya dengan mantap. Bari langsung menuju kembali ke bangkunya lagi dan menatap Andrei dengan senyum lebarnya.      "Gimana masih g suka?" tanya Andrei sambil melambaikan tangannya tepat di depan muka Bari karena terlalu fokus melihat ke arah Naka.     "Ah, ganggu penglihatan gue aja loe!" sahut Bari.     "Yeeehh, gimana suka g?"     "Heheheh jelas suka lah!" jawab Bari sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal. "Gue mau samperin dia pas udah selesai!"     "Eh, ntar dulu, dia mainnya masih lama, nanti dia buka acara buat penggalangan amal, di acara itu mereka lelang jasa mereka, jadi loe bisa request lagu, nanti dia bawain lagunya, tapi loe harus bayar dan duitnya nanti diamalin!" jelas Andrei yg g digubris sama Bari karena masih memandang ke arah drummer cantiknya.     "Loe salah satu panitia yah, lancar amat ngejelasinnya!" seru Bari yang masih tidak melepaskan pandangannya ke arah sang drummer.     "Bukan bego, tadi panitia jelasin ke kita!"     "Okay gw ikut!" sahut Bari sambil mengeluarkan dompet tebalnya ke atas meja. Anjir, semangat banget si Bari! bar, bar, ketauan bgt loe masih sayang sama si Naka! batin Andrei sambil menggelengkan kepalanya.     Dua lagu andalan sudah dibawakan oleh Naka dan bandnya, satu lagu ciptaan Tony dan satu lagi mereka membawakan lagu Seven years by Saosin. Tony dan yang lain sengaja pilih lagu itu untuk mengajak para alumnus angkatan 2000-an mengenang masa hits-nya lagu tersebut. Diluar ekspetasi ternyata anak jaman sekarang pun ikut bernyanyi mendengar lagu tersebut.     "Okay, gimana guys? seruuuu?" tanya sang MC yang dijawab teriakan histeris oleh para wanita. "Kita lanjut yang ke sesi penggalangan Dana, bagi para alumnus,para guru dan siswa siswi mau ikut menyumbang, boleh anggkat tangan, ka Tony dan bandnya akan membawakan lagu sesuai yang kalian minta!"      "Okay sambil menunggu, saya buka sesi tanya yah! Okay ke kak Tony, menurut kakak apa masa yang paling indah ketika kakak SMA?" tanya sang MC yg mengarahkan MIC-nya ke Tony.     "Hem, cabut sekolah kali yah!" jawab Tony sambil menunjukan seringainya.     "Wah iya tuh bener, kalau soal pacaran di masa SMA gimana ka?" pertanya sang MC membuat gaduh, semua wanita langsung teriak.     "Hem, haha susah yah pertanyaannya, coba tanya sama mba Naka, kebetulan kan dia alumnus sini!" seru Tony sambil menunjuk ke Naka. Naka langsung membelalakan matanya, rasanya jantungnya ditikam dengan besi panas.     Maksud kak tony apa! batin Naka. Tian pun kaget, dia langsung melihat ke Naka dan khawatir Naka akan lari begitu saja.     "Oh, serius? benar mba Naka alumni sini?" tanya sang MC dengan penuh minat.     Naka terdiam, semua pandangan langsung menuju ke Naka, baik angkatannya maupun seniornya dulu.     "Iya, saya alumni sini!" jawab Naka dengan lantang. Naka tau pertanyaan yang akan dilayangkan kepadanya selanjutnya. Apalagi  sebelumnya sang MC mempertanyakan mengenainya kisah cinta di SMA, Naka berusaha setenang mungkin dan bersiap menjawab pertanyaan selanjutnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN