"Mas, aku berangkat duluan ya?" Meli pamit pada Anton yang saat itu masih terlihat berkemas di ruang kerjanya. Anton menoleh dan ia mempercepat gerakannya. "Mel, bareng aku." "Nggak ah Mas, aku biar sendiri aja naik angkot dulu, kan belum tahu bener daerah sini." "Makanya bareng aku dulu, nanti kalo dah tahu banget jalan sini ya bawa mobil, itu kamu pilih mau bawa yang mana." Anton tak sadar Meli menatapnya dan bari tersadar saat ia ada di pintu keluar. "Kenapa lihat terus? Aku ganteng ya sepupu cantik?" "Deuh mulai deh ge ernya, nggak maksudku Mas itu ngapain punya mobil sampe tiga, buat siapa?" "Lah, itu sih biasa, di sini pengusaha sukses biasanya koleksi mobilnya banyak banget, kalo aku nggak lah gak mau buang-buang uang ke sana, lagian aku kan pengusaha biasa-biasa aja, kalo ada

