"Ibuuu." Berta tak bisa menahan rasa haru saat ibunya telah kembali sadar, namun Laksmi segera memberinya kode agar tak menimbulkan suara yang terlalu keras. Air mata mengalir begitu saja saat Berta melihat sosok lemah ibunya perlahan membuka mata. Berta mengelus lembut tangan ibunya. Perlahan tapi pasti jari-jari dari tangan kanan lemah itu bergerak dan bergetar. "Kak, ingat, ibu baru saja sadar, jangan ajak ibu bicara, jangan bangkitkan emosinya." Lirih suara Laksmi agar tak terdengar oleh Gayatri, Berta hanya mengangguk, lalu perlahan bibir ibunya bergerak, air mata juga mengalir deras melewati pipi wanita tua itu. "Jahat ... tipu .. " "Iya ibu, apa? Siapa yang jahat? Wanita itu? Dia sudah pergi,dia sudah tak bersama kita lagi, ibu jangan banyak bicara, ibu istirahat ya." Berta mengu

