"Ibu? Ibu sudah bisa jalan?" Bram mendekati ibunya yang berjalan perlahan, wajah bahagia Bram tak bisa disembunyikan, ia melihat ibunya yang berjalan pelan dan sesekali memegangi dinding saat terasa tak imbang. Andin berada di samping Gayatri yang tak lama kemudian Gayatri dipapah untuk duduk. Meredakan napasnya yang tersengal lalu menatap Bram yang ikut duduk di sampingnya. "Iya, Alhamdulillah, aku mau ketemu Meli, bisa kan? Kamu antar aku." Bram mengembuskan napas, keinginan ibunya yang sulit diwujudkan karena Meli telah pindah rumah dan pindah tempat kerja. "Meli pindah rumah Ibu, dan kerjanya juga tidak di sini lagi." Ucapan Bram menyesakkan d**a Gayatri. Ia tak mampu lagi membendung air matanya, harapannya untuk minta maaf dan memohon agar Meli kembali menjadi menantunya pupus suda

