41

1422 Kata

Kepala Meli terasa pusing seketika, ia menatap laki-laki yang bagi adiknya adalah laki-laki baik dan dewa penyelamat, namun bagi Meli sama seperti orang kaya pada umumnya, yang tak pernah menghargai apapun termasuk kehormatan orang lain. "Aku tak berhak menghujatmu, itu adalah hidupmu, aku hanya tak ingin adikku yang masih suci kau kotori, silakan kau berbuat apa saja pada siapapun tapi jangan adikku yang lugu itu kau jerat lalu setelah luluh kau tiduri dan kau buang setelah kau bosan, aku tahu kau orang kaya, rasanya hidup kami memang tak bisa dekat dengan lingkungan orang kaya, karena kami yang akan sakit dan tertindas." Steve menghela napas, ia berusaha tidak emosi. Ia akan menjelaskan semampunya. "Silakan kau marah atau apapun padaku, tapi demi Tuhan aku ikhlas membantu adikmu tak a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN