Shane sedang duduk bersama Kiara di café yang terletak tidak jauh dari sekolah. Jam sekolah sudah berakhir, sehingga kini mereka bisa meluangkan waktu untuk berbincang. Awalnya, mereka hanya diam dan menghabiskan masing-masing minuman yang sudah mereka pesan. “Aku pesen lagi ya?” tawar Shane. “Nggak perlu, aku udah kenyang,” jawab Kiara. “Gimana kabar?” “Baik, kamu?” “Seperti yang kamu lihat sekarang.” “Bukannya kamu stay di Inggris?” “Iya, aku gantiin temen.” “Oh … sama dong, kok bisa kebetulan gini sih.” “Jodoh kali,” celetuk Shane. “Apa?” “Enggak.” Keduanya terlihat kaku dan canggung. Masa lalu yang perlu diperbaiki, kini bisa Shane lakukan dengan kembali mendapatkan apa yang dia inginkan sejak dulu. Hanya saja, rasa sakit saat Kiara tidak ingin mengatakannya, dan meninggalk

