Shane sedang memanggil satu persatu nama murid yang ada dikelas. Hingga sampai di nama Azeil, Shane tersenyum tipis dan memanggilnya seperti guru pada umumnya. “Azeil Valerio Auberon?” panggil Shane. “Hadir, Pak!” jawab Aze. ‘Asem nih bocah, gue dipanggil Bapak. Dikira Om oris apa yak!’ batin Shane. “Baik, semua sudah saya absen, dan yang tidak hadir tidak angkat kaki ya?” ujar Shane membuat suasana mencair dan mulai ramai. Shane memang tidak ingin terlihat kaku di depan anak-anak yang sedang belajar untuk membentuk diri mereka. Shane berhasil mencairkan suasana, dan akhirnya pelajaran hari itu di mulai dengan baik oleh Shane. Sampai jam istirahat, Shane menyuruh Aze untuk menemui dirinya di ruang guru. Dan Aze hanya mengangguk saja saat itu. Shane melihat meja kosong di depannya, g

