37. Harapan Baik

2119 Kata

Bastian duduk berhadapan dengan Senja, saat ini mereka berada di sebuah tempat makan. Hanya mereka berdua, tidak bersama Zeline sekalian. Mereka sudah terlalu sering jalan-jalan betiga, kali ini Bastian mengajak Senja sendiri saja. Semenjak pernikahan Felix dan Nessi dilakukan, wanita itu tidak seceria biasanya. Bahkan saat menghadapi Zeline, nampak malas-malasan. Dia jarang senyum, terkesan datar dan gampang melamun. "Apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini? Saya lihat kamu sering merenungkan sesuatu. Soal pernikahan Felix dan Nessi?" Bastian memutar sodotan pada minumannya, menatap Senja yang masih ogah-ogahan. Dia terlihat tidak bersemangat, bahkan katanya belum masuk bekerja hingga sejauh ini. Apa pun yang ingin Senja kerjakan, tidak pernah terselesaikan, semua berhenti di tenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN