Bastian duduk berhadapan dengan Senja, saat ini mereka berada di sebuah tempat makan. Hanya mereka berdua, tidak bersama Zeline sekalian. Mereka sudah terlalu sering jalan-jalan betiga, kali ini Bastian mengajak Senja sendiri saja. Semenjak pernikahan Felix dan Nessi dilakukan, wanita itu tidak seceria biasanya. Bahkan saat menghadapi Zeline, nampak malas-malasan. Dia jarang senyum, terkesan datar dan gampang melamun. "Apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini? Saya lihat kamu sering merenungkan sesuatu. Soal pernikahan Felix dan Nessi?" Bastian memutar sodotan pada minumannya, menatap Senja yang masih ogah-ogahan. Dia terlihat tidak bersemangat, bahkan katanya belum masuk bekerja hingga sejauh ini. Apa pun yang ingin Senja kerjakan, tidak pernah terselesaikan, semua berhenti di tenga

