53. Kejutan Untuk Nessi

2051 Kata

"Selamat datang di kamar kita lagi, Sayang." Felix mengecup pipi Nessi, mengulas senyum selebar mungkin. Setelah pulih, Nessi diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter. Wanita itu sedikit takut saat tiba di kediaman Gamya, tangannya sampai berkeringat dingin. Nessi cemas, kejadian minggu lalu benar-benar masih begitu membekas di ruang kepalanya. "Kamu mau aku buatkan cokelat hangat?" Nessi menggeleng tegas, mencegah Felix agar tidak meninggalkannya. "Mas, jangan ke mana-mana. Tetap di sini bersama aku, a-aku takut. Jangan meninggalkanku lagi, aku merasa lebih aman saat bersama kamu." Memeluk Felix, memejamkan matanya sembari menenangkan diri. Mendengarkan debaran Felix yang beraturan, mengusap-usap lengan suaminya begitu sayang. "Kamu sudah menepati janji bukan?" tanyanya pelan, suara itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN