Setelah menerima kabar dari dokter, Felix refleks memukul tembok. Damian langsung menenangkan pria itu, mengingatkan jika sekarang mereka tengah berada di rumah sakit, tidak baik membuat kegaduhan. "Hei, tenanglah. Kontrol emosi kamu, tidak seharusnya melakukan sesuatu yang malah memperkeruh suasana. Relakan, yang penting Nessi tidak kenapa-kenapa." Dan ya, akibat benturan yang begitu keras menghantam bagian perut dan pinggang Nessi, janin yang masih begitu kecil itu pun luruh dengan sekejap mata meninggalkan Felix dan Nessi yang baru memulai kebahagiaan baru dalam rumah tangga mereka. Dia benar-benar keluar dalam bentuk gumpalan darah, sungguh membuat Felix murka dan rasanya ingin segera melenyapkan Pak Gery kalau saja hati nuraninya tidak bekerja dengan baik. Kenapa dengan begitu mudah m

