Saat jam makan siang, Balendra berkali-kali menatap ke arah Nessi, membuat anak itu bingung dan malu sendiri. Apa ada yang salah darinya? Tumben sekali Balendra bersikap demikian. Anehnya, Melati juga memerhatikan dia, keduanya sama-sama penuh tanda tanya. "Papa sama Mama kenapa? Kok liatin aku sampai segitunya? Ada yang aneh sama muka atau pakaian aku ya?" Bibirnya cemberut masa, melihat kembali ke arah penampilannya. Melati menoleh pada Balendra, memberikan kode agar pria itu saja yang membuka obrolan serius ini. "Coba tanya sama Papa kamu, Nessi. Mama bingung mau bicaranya dari bagian yang mana." Kembali menyuap menu makanannya, sesekali nampak berpikir keras. "Kenapa Papa?" Nessi menunjukkan wajak keheranan. Yang tadinya begitu lahap makan, kini malah tertunda semuanya. Nessi penasa

