Pagi-pagi giliran Felix yang mencari-cari keberadaan Nessi. Matanya masih mengantuk, tapi sudah dipaksa bangun untuk mencari Nessi. "Sayang, kamu di mana?" Menguap, lalu mengusap tengkuk. Felix terdiam sebentar di dapur, menghela napas sambil mengusap mata dan kembali menguap untuk kesekian kalinya. Di dapur tidak ada Nessi, begitu pun di kamar mandi. Felix membuka gorden, melihat ke sekitar teras--tidak ditemukan seseorang yang tengah dia cari. Felix menuju lantai dua. Hampir saja jatuh saat kakinya salah menginjak tangga. "Ya Tuhan, Sayang. Ngapain tidur di sini, nanti kamu masuk angin. Ini masih terlalu pagi, cuaca masih dingin." Melepaskan selimut bulu-bulu yang menutupi tubuh bagian atasnya, memberikan pada Nessi untuk menyelimutinya. "Ayo turun ke bawah, bikin sarapan ringan aja se

